18. って = は?? Rahasia terungkap! - おうとする, とする, として, という, っていう
Pelajaran 18: って tte = は wa?? Rahasia terungkap! Toshite, toiu, to suru, ou to suru, tteiu
こんにちは。
Hari ini kita akan mengulik tentang bagaimana cara mengatakan berusaha melakukan sesuatu / mencoba melakukan sesuatu. Dan dari topik tersebut, kita akan memperluas pembahasan ke fungsi magis dari partikel kutipan と (to). Partikel ini adalah komponen super esensial di tata bahasa Jepang yang akan kamu dengar setiap saat, jadi kita wajib memiliki fondasi logika yang kuat tentang cara kerjanya.
Minggu lalu[17] kita telah membedah wujud Volisional (yang berakhiran ~おう / -ou atau ~よう / -you), yang mana wujud tersebut murni bertugas mengekspresikan Kehendak/Tekad/Ajakan.

Nah, jika kita mau bilang bahwa kita BERUSAHA (trying) melakukan sesuatu, kita akan meminjam wujud volisional ini. Contohnya, jika kita merakit: 山にのぼろうとする (Yama ni noborou to suru), kalimat ini secara struktural berarti **berusaha (mencoba)** mendaki gunung. Lalu dari mana datangnya arti "berusaha" itu? Apa sebetulnya logika dari wujud kombinasi ini?

Mari kita pecah. Wujud volisional のぼろう (noborou) murni mengekspresikan kehendak kuat untuk memanjat.

Jika kita cuma bilang 山にのぼろう (Yama ni noborou), kita sedang berseru, Ayo kita panjat gunungnya! atau (Aku bertekad) memanjat gunungnya!. Secara harfiah, kata ini mengarahkan tekad kita menuju puncak gunung.
Volisional + と する (~ou to suru)
Lalu apa yang terjadi jika kita menggandengkan wujud kehendak itu dengan とする (to suru)? のぼろうとする bermakna kita sedang MELAKUKAN (suru) sebuah tindakan yang mencerminkan KEHENDAK kita (noborou) tersebut. Jika kita cuma ingin mendeskripsikan tindakan memanjat gunung biasa, kita akan pakai wujud datar: 山にのぼる (Yama ni noboru).
Tapi dengan menambahkan Volisional + to suru, kita sedang bilang: Aku **BERUSAHA/MENCOBA** mendaki gunung.Artinya: Kita sedang mengerahkan tekad/niat kita (ou) dan mengeksekusinya (suru) untuk mendaki gunung—TIDAK PEDULI apakah nanti kita berhasil sampai di atas atau malah gagal total.
Beberapa orang merasa pusing membedakan antara "Mencoba mencicipi/merasai" dengan "Berusaha/Mencoba mengerahkan tenaga". Kebingungan ini murni terjadi karena bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang kelewat malas dan cuma memakai satu kata "Mencoba / Try" untuk menjelaskan dua kondisi psikologis yang berbeda tersebut.

Dalam bahasa Jepang, seperti yang baru saja kita pelajari tempo hari[16], jika kita ingin mengatakan 'Mencoba mendaki gunung (untuk merasakan experience-nya)', kita WAJIB memakai rumus: 山にのぼってみる (Yama ni nobotte-miru).
Perbedaan mutlaknya adalah ini:Rumus ~てみる (Te-miru) TIDAK menyiratkan keraguan bahwa kita mampu melakukannya secara fisik. Wujud ini murni hanya menyiratkan rasa penasaran tentang "BAGAIMANA HASIL/SENSASINYA setelah kita berhasil melakukannya."
Contoh: Cobalah makan ini. Kita tahu secara fisik kamu sanggup mengunyah makanan, tapi kita tidak tahu apakah kamu akan menyukai rasanya atau tidak. Jadi Cobalah makan diubah menjadi 食べてみる (Tabete miru)—yang artinya Makanlah, dan LIHATLAH (rasanya). Cobalah telan dan rasakan sendiri efeknya.
Begitu pula dengan 山にのぼってみる (Nobotte miru), artinya adalah Panjatlah gunungnya dan LIHAT SENDIRI (sensasinya). Rasakan apakah udaranya dingin, lihatlah bagaimana pemandangan dari puncak sana.
Sebaliknya, Rumus ~ようとする (You to suru) menyiratkan bahwa kita TIDAK TAHU apakah kita sanggup melakukannya secara fisik atau tidak, TAPI kita akan berusaha mengerahkan niat untuk mengeksekusinya.
Contoh: ケーキを食べようとする (Keki o tabeyou to suru)—Berusaha (mencoba) memakan kue. Kalimat ini menyiratkan bahwa kamu tidak yakin apakah perutmu sanggup memakan kue itu (mungkin kuenya seukuran ban mobil dan mustahil dihabiskan).
Kesimpulan:
~てみる(Te-miru) /Lakukan dan lihat hasilnya-> Kamu tahu 100% kamu bisa melakukannya (secara fisik), kamu cuma ingin tahu efek dari tindakan itu.~ようとする(You to suru) /Kerahkan niat dan bertindaklah-> Kamu TIDAK TAHU apakah kamu bisa (berhasil) melakukannya atau gagal, tapi kamu mengerahkan tekad untuk bertindak.
Hal paling mendasar dari semua rumus ini adalah memahami fungsi inti dari partikel と (to) itu sendiri. Partikel kutipan と bertugas MENGURUNG/MERANGKUM kalimat yang ada di depannya. Dalam frasa 山にのぼろう (Yama ni noborou), と mengurung kehendak memanjat gunung tersebut.
Perhatikan bahwa ini bukan kutipan ucapan langsung! Ini bukan sesuatu yang kamu ucapkan lewat mulut; ini juga bukan pikiran di dalam kepalamu. Fungsi と di sini adalah untuk "mengekstrak" esensi/makna murni dari sebuah ide (yaitu ide tekad memanjat gunung) dan MENGUBAHNYA MENJADI SEBUAH KATA BENDA ABSTRAK yang siap dieksekusi. Kita akan sering melihat kehebatan partikel と ini di skenario lain.

Misalnya, kamu mungkin sering membaca novel di mana karakternya digambarkan sedang ホッとした (Hotto shita). Apa maknanya? Kata ホッ (Hotto) aslinya adalah sebuah onomatope (efek suara tiruan). Ini adalah bunyi suara embusan napas panjang saat seseorang merasa lega: "Hoohhhh..."
Tapi gabungan ホッとする (Hotto suru) sama sekali bukan berarti "melakukan desahan napas". Yang dimaksud di kalimat itu adalah, merasa lega / hatinya lapang.
Jadi apa yang partikel と lakukan di sini? Ia mengurung ide/perasaan lega yang diwakili oleh bunyi ホッ, mengekstrak perasaan tersebut, dan menempelkannya dengan tindakan する (Melakukan).Sama persis logikanya dengan 山にのぼろうとする yang "mengurung" perasaan tekad dan mengeksekusinya menjadi tindakan "Berusaha".
とする (to suru) & にする (ni suru)
Dengan logika yang sama, jika kita mengatakan さくらを日本人とする (Sakura o Nihonjin to suru), itu artinya kita "Menganggap (mengurung profil) Sakura sebagai orang Jepang."

Lalu, bagaimana kalau kita mengubah partikelnya menjadi: さくらを日本人にする (Sakura o Nihonjin ni suru)? Maknanya berubah total dan sangat ekstrem. Kalimat itu berarti: **Mengubah (menyihir) Sakura MENJADI orang Jepang.** (Di mana partikel に bertindak sebagai penunjuk sasaran perubahan).
Ingatkah kamu di Pelajaran 8 saat kita menyinggung perubahan wujud Sakura? さくらがかえるになる (Sakura ga kaeru ni naru) -> Sakura **berubah wujud MENJADI** seekor katak.

Dan ingatkah di Pelajaran 15 saat kita belajar bahwa kata ある (ada) dan する (melakukan) adalah "Hawa dan Adam" dari semua kata kerja Jepang?

ある adalah induk mutlak dari semua 'Gerak Diri' (Intransitif). する adalah induk mutlak dari semua 'Gerak Orang Lain' (Transitif). Dan ingatlah bahwa なる (menjadi) itu secara genetik saudara kandung dengan ある. Jika ある berarti ada (be), maka なる berarti menjadi (become).
Jadi, jika kita mengatakan ~になる (ni naru), artinya adalah aksi Gerak Diri: "Berubah MENJADI sesuatu" (terjadi pada diri sendiri).TAPI jika kita mengatakan ~にする (ni suru), itu adalah wujud 'Gerak Orang Lain' dari なる. Ia murni bermakna MENGUBAH / MENYULAP benda lain menjadi sesuatu.
Jadi, jika kita mengatakan: まじょがさくらをカエルにした (Majo ga Sakura o kaeru ni shita). Artinya: Penyihir itu **mengekseskusi/menyulap** Sakura **menjadi seekor katak**.

INFO
(Penulisan カエル / Kaeru menggunakan huruf Katakana murni hanyalah gaya visual penulisan Jepang modern. Nama hewan dan flora memang sangat lazim ditulis memakai Katakana di ensiklopedia atau fiksi).
Kesimpulan perbandingan: さくらを日本人にする -> Mengubah / Merekrut Sakura menjadi orang Jepang (Aksi fisik). さくらを日本人とする -> Menganggap / Memandang Sakura sebagai orang Jepang (Aksi mental/konsep abstrak).

Coba lihat contoh ini: かばんをまくらとする. (Kaban o makura to suru). 
かばん adalah tas; まくら adalah bantal. Arti kalimat ini adalah: menjadikan/menganggap tas sebagai bantal. Kamu tidak sedang menyihir fisik tas itu agar bermutasi menjadi guling (jika ya, kamu harus pakai ni suru). Kamu murni mengurung konsep tas itu dan memperlakukannya sebagai sebuah bantal.
Inilah fleksibilitas luar biasa dari ~とする (To suru). Secara umum, partikel ini erat kaitannya dengan BAGAIMANA KITA MEMANDANG / MENGASUMSIKAN sesuatu.
として (to shite)
Lalu, jika kita mengubahnya ke wujud-Te menjadi ~として (To shite), fungsinya sedikit bergeser. Wujud ini tidak lagi sekadar "memandang" sesuatu, melainkan mendeklarasikan bahwa benda tersebut "berdiri DI DALAM KAPASITAS/PERAN" sebagai sesuatu.
Dalam bahasa Indonesia atau Inggris, として ini biasanya diterjemahkan secara saklek sebagai Sebagai... / Bertindak selaku... (As... / For...).

Contoh: こじんとして の いけん (Kojin to shite no iken). Artinya: Pendapat saya **SEBAGAI** seorang individu/pribadi. (Dan bukan pendapat saya sebagai Presiden Klub Kuda Poni, misalnya).
Atau kita bisa mendeskripsikan postur seseorang: アメリカ人として小さい (Amerikajin to shite chiisai). Artinya: "Dia kecil **UNTUK UKURAN/KAPASITAS** seorang warga Amerika".
Jadi, kamu bisa melihat bahwa fungsi magis dari partikel kutipan と tidak sebatas mengutip obrolan dan isi kepala. Ia bisa menangkap 'esensi/konsep' dari suatu wujud, membungkusnya rapi, lalu membiarkan kita mengomentari bungkus tersebut.
INFO
Tambahan dari komentar user YouTube untuk memudahkan pemahaman とする & として: 
- To shite (Sebagai): Merupakan kondisi pasti di dunia nyata (Kenyataan).
- To suru (Memandang sebagai / Mengasumsikan): Merupakan perlakuan sementara atau asumsi pikiran semata.
という (to iu)
Tentu saja, kata paling wajar dan paling tua yang menempel pada ekor partikel と adalah いう / 言う (Berkata).Inilah struktur kutipan langsung harfiah yang paling normal: 〜という / ~と言う (Sering dilafalkan dengan cepat menjadi ~とゆ / To-yu).
Dan uniknya, kombinasi という ini TIDAK HANYA dipakai untuk merangkai kutipan lisan, tetapi fungsi luasnya adalah untuk "MENJELASKAN APA SEBUTAN DARI SUATU BENDA" (Menjelaskan Nama).
Jadi, frasa ふしぎの国のアリスという本 (Fushigi no Kuni no Arisu to iu hon), tidak diterjemahkan "Buku yang berkata Alice...", melainkan artinya adalah Sebuah buku **YANG DISEBUT / BERNAMA** Alice in Wonderland.

っていう (tte iu)
Dalam percakapan kasual (bahasa gaul), wujud kaku と yang menempel pada という itu sering dikunyah dan disingkat menjadi ~って (tte). Jadi, kamu boleh mengucapkan 〜っていう (tte iu). ふしぎの国のアリスっていう本 (Buku yang disebut Alice...).
Atau, bahkan kata "iu" (berkata) di belakangnya pun ikut diamputasi sehingga cuma menyisakan ~って (tte) doang!

Jadi frasa gaul ふしぎの国のアリスって本 mutlak punya arti yang sama: Buku **YANG DISEBUT/BERNAMA** Alice in Wonderland.
Seringkali, pemula merasa sangat pusing saat pertama kali dibombardir oleh partikel ~って (tte) yang muncul di mana-mana. Padahal, って hanyalah wujud asimilasi (singkatan kotor) dari と atau という.
Namun, ada satu fakta lagi yang jauh lebih membuat pemula putus asa dan ingin membenturkan kepala ke dinding: Fakta bahwa partikel って (tte) TERNYATA BISA DIPAKAI SEBAGAI PENGGANTI PARTIKEL TOPIK は (wa)!
Penggunaan "って" sebagai Pengganti "は"
Fakta ini mungkin terdengar gila dan tidak masuk akal, sampai kamu membongkar apa fungsi linguistik di baliknya.
Ingat-ingat lagi: apa sih fungsi utama partikel は (Wa)? Ia adalah Partikel Penanda Topik. Jadi, ketika kita bilang さくらは (zero-ga) 日本人だ (Sakura wa Nihonjin da), terjemahan logis murninya adalah: **Berbicara soal** Sakura, [ia] adalah orang Jepang.
Nah, sekarang coba bandingkan logika itu dengan arti literal って (yang artinya: Dikatakan/Sebut saja...). Apakah benang merahnya mulai kelihatan?

Coba kita ganti wujudnya: さくらって (zero-ga) 日本人だ (Sakura tte Nihonjin da). Arti literalnya adalah: *(Topik) yang KITA SEBUT sebagai Sakura*, [ia] adalah orang Jepang. -> **Membicarakan soal** Sakura, [ia] orang Jepang.
Logikanya tembus, bukan? Keduanya sama-sama memagari "Hal yang sedang dibicarakan/Topik". TETAPI perlu dicatat: kamu TIDAK BISA kembali memakai wujud suci と atau という sebagai pengganti partikel は! HANYA wujud singkatan gaul ~って sajalah yang punya hak eksklusif memegang jabatan ganda sebagai pengganti は.
Jadi, ini murni HANYA dipakai di percakapan lisan yang kasual. Namun, sekarang kamu sadar kan, meskipun ini cuma bahasa gaul santai, evolusi gramatikanya sangatlah matematis dan tidak acak sama sekali. Partikel って di sini murni bertugas memajang profil Sakura sebagai "Topik/Sesuatu yang kita sebut-sebut", persis 100% sama dengan tugas partikel は.
Masih ada beberapa sisa fungsi tingkat dewa dari partikel と ini, tapi kita akan menyimpannya dan membedahnya secara natural saat kita bertemu wujudnya di cerita nanti.